Jumat, 30 Agustus 2013

KISAH ERI 3 (ERI DAN GUNUNG)

Pada hari itu saya melihat eri yang sedang melongo didepan pintu wc wanita.
“eh ngapain kamu ri?”Tanya doni
Eri pun menjawab”lagi mencari inspirasi”
Emang sih dia pantes mencari inspirasi di wc karna mukanya pun mirip koloset
Ketika bel istrahat saya dan teman teman mengumpul dikantin seperti biasa,dan biasa juga eri datang dengan muka sombong nya yang sangat amat terlalu jelek.
“hay teman teman liat sepatu baru saya,impor dari tasikmalaya loh”eri berbicara dengan pantat teman teman saya.
Teman teman menjawab nya dengan sangat serius dan menjawab ‘ohhhhhhhhhhhhhhhhhh’
Eri pun sanggat bangga dengan sepatu yang dia punya,tapi pasti dia tidak bangga dengan mukanya sendiri,eri pun senyum lebar seperti truk yang terguling
“besok kita akan maen ke gunung”ucapku yang menginginkan eri tidak ikut.
Eri pun menjawab”asik kita ke gunung,pasti rame disana kan banyak pohon”
Emang dia itu sangat kampungan,melihat mobil pun dia bangga,karna dia tidak perna naik mobil dia hanya sering ditubruk mobil.
Keesokan harinya,kita pergi ke gunung bersama,di jalan eri sangat rewel karna bangga melihat banyak nenek yang sedang menanam cabe.kita tinggal saja eri,tapi eri masih dirante di tas ku,jadi dia mengikuti kita sampe sampai digunung.
Di gunung kita membayar karcis hanya eri saja yang nyelip di gerobak sampah supaya tidak membayar karcis,dia memang berhasil masuk tampa mengeluarkan uang tapi dia dapat oleh oleh yaitu aroma sampah,tapi bau nya tidak sejelek mukanya
Ketika digunung eri tersesat karna mengejar anjing,dia ternyata sudah dipuncak,saya dan teman teman pun pergi meninggalkan gunung,kami tidak ingat kalo eri tertinggal.
Keesokan hari nya rangga berkata “kalian gak liat eri?”
Tapi tidak ada yang menjawab.
Diki pun menanya kepada teman teman “eh si eri anak haram mana?”

Ternyata  kami lupa meninggal kan eri di gunung,kita pun menyusul eri di gunung dengan hati terpaksa,ternyata dia selamat dan berkata”ahhh kalian pasti menyesal gak ketemu sama cewe cantik disini”kita pun terdiam dan membawa nya pulang dan tidak lupa merante nya

0 komentar:

Posting Komentar